Posted by: mcenter | July 14, 2007

Bahasa Madura

Tingkatan Bahasa

Bahasa Madura sebagaimana bahasa-bahasa di kawasan Jawa dan Bali juga mengenal Tingkatan-tingkatan, namun agak berbeda karena hanya terbagi atas tiga tingkat yakni :

  • Ja’ – iya (sama dengan ngoko)
  • Engghi-Enthen (sama dengan Madya)
  • Engghi-Bunthen (sama dengan Krama)

Contoh :

  • Berempa’ arghena paona? : Mangganya berapa harganya? (Ja’-iya)
  • Saponapa argheneppon paona? : Mangganya berapa harganya? (Engghi-Bunthen)

Dialek-dialek Bahasa Madura

Bahasa Madura juga mempunyai dialek-dialek yang tersebar di seluruh wilayah tuturnya. Di Pulau Madura sendiri pada galibnya terdapat beberapa dialek seperti :

  • Dialek Bangkalan
  • Dialek Sampang
  • Dialek Pamekasan
  • Dialek Sumenep, dan
  • Dialek Kangean

Dialek yang dijadikan acuan standar Bahasa Madura adalah dialek Sumenep, karena Sumenep di masa lalu merupakan pusat kerajaan dan kebudayaan Madura. Sedangkan dialek-dialek lainnya merupakan dialek rural yang lambat laun bercampur seiring dengan mobilisasi yang terjadi di kalangan masyarakat Madura. Untuk di pulau Jawa, dialek-dialek ini seringkali bercampur dengan Bahasa Jawa sehingga kerap mereka lebih suka dipanggil sebagai Pendalungan daripada sebagai Madura. Masyarakat di Pulau Jawa, terkecuali daerah Situbondo, Bondowoso, dan bagian timur Probolinggo umumnya menguasai Bahasa Jawa selain Madura.

Contoh pada kasus kata ganti kamu :

  • kata be’en umum digunakan di Madura. Namun kata be’na dipakai di Sumenep.
  • sedangkan kata kakeh untuk kamu lazim dipakai di Bangkalan bagian timur dan Sampang.
  • Heddeh dan Seddeh dipakai di daerah pedesaan Bangkalan.

Khusus Dialek Kangean, dialek ini merupakan sempalan dari Bahasa Madura yang karena berbedanya hingga kerap dianggap bukan bagian Bahasa Madura, khususnya oleh masyarakat Madura daratan.

Contoh :

  • akoh : saya (sengko’ dalam bahasa Madura daratan)
  • kaoh : kamu (be’en atau be’na dalam bahasa Madura daratan)
  • berrA’  : barat (berre’ dengan e schwa dalam bahasa Madura daratan)
  • morrAh : murah (modheh dalam bahasa Madura daratan)

Bawean

Bahasa Bawean ditengarai sebagai kreolisasi Bahasa Madura, karena kata-kata dasarnya yang berasal dari bahasa ini, namun bercampur aduk dengan kata-kata Melayu dan Inggris serta Bahasa Jawa karena banyaknya orang Bawean yang bekerja atau bermigrasi ke Malaysia dan Singapura.

Bahasa ini dituturkan di Pulau Bawean, Gresik, Malaysia dan Singapura. Intonasi orang Bawean mudah dikenali di kalangan penutur bahasa Madura. Perbedaan Bahasa Bawean dan Bahasa Madura dapat diibaratkan dengan perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu, yang serupa tapi tak sama meskipun masing-masing dapat memahami maksudnya.

contoh:

  • eson = aku (sengkok/engkok dalam Bahasa Madura)
  • kalaaken = ambilkan (kalaagghi dalam Bahasa Madura)
  • trimakasih = terimakasih (salengkong dalam Bahasa Madura)
  • adek = depan (adek artinya dalam Bahasa Madura = tidak ada)

Perbandingan dengan bahasa Melayu

Bahasa Bawean juga banyak yang sememangnya sama dengan Bahasa Melayu, contohnya:

  • Dapur(baca : Depor) = Dapur
  • Kanan = Kanan
  • Banyak(baca : benyyak) = Banyak
  • Masuk = Masuk
  • Suruh = Suruh

Perbezaan imbuhan di depan, contohnya:

  • Ngakan = Makan
  • Nginum = Minum
  • Ngarangkak = Merangkak

Huruf ‘y’ biasanya ditukar ke huruf ‘j’ seperti:

  • Bajar(baca : Bejer) = Bayar
  • Lajan(baca : Lajen) = Layan
  • Sembajang(baca : Sembejeng) = Sembahyang

Huruf ‘w’ di pertengahan pula ditukar ke huruf ‘b’ seperti:

  • Babang(baca : Bebeng)= Bawang
  • Jaba(baca : Jebe) = Jawa

Perbandingan dengan bahasa Jawa

Perkataan yang sama dengan bahasa Jawa:

Bahasa Jawa = Bahasa Bawean

  • Kadung = Kadung (Bahasa Melayu = Terlanjur)
  • Peteng = Peteng (Bahasa Melayu = Gelap)

Huruf ‘w’ di pertengahan pula ditukar ke huruf ‘b’ seperti:

Bahasa Jawa ~ Bahasa Bawean

  • Lawang = Labang(baca Labeng) (Bahasa Melayu = Pintu)

Huruf ‘y’ di pertengahan pula ditukar ke huruf ‘j’ seperti:

  • Payu = paju (Bahasa Melayu = Laku

Perbandingan dengan bahasa Banjar

Perkataan yang sama dengan bahasa Banjar:

Bahasa Banjar = Bahasa Bawean

  • Mukena = Mukena (Bahasa Melayu = Telekung Sembahyang)
  • Bibini = Bibini (Bahasa Melayu = Perempuan)

Perbandingan dengan Bahasa Tagalog

Bahasa Bawean = Bahasa Tagalog

  • Apoy = Apoy (Bahasa Melayu = Api)
  • Elong = Elong ;penggunaan e taling (Bahasa Melayu = Hidung)
  • Matay = Mamatay (Bahasa Melayu = Mati)

Contoh :

  • Eson terro ka be’na = saya sayang kamu (Eson tidak dikenal di bahasa Madura)
  • Bhuk, badha berrus? = Buk, ada sikat? (berrus dari kata brush)
  • Ekalakaken = ambilkan (di Madura ekala’aghi, ada pengaruh Jawa kuno di akhiran -aken.
  • Silling = langit-langit (dari kata ceiling)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: