Posted by: mcenter | July 14, 2007

Menjual Madura Lewat Pekan Seni Budaya

>Selasa, 8 Agustus 2000

Bangkalan, Kompas

Pekan Seni Budaya Madura (PSBM) yang digelar akhir Juli hingga awal Agustus 2000 ini, menjadi tonggak sejarah dalam berkesenian dan berkebudayaan di Madura.

Serangkaian kegiatan bernuansa seni dan budaya Madura seperti kesenian tradisional Sandur dan upacara adat Mantan Legah, menjadi titik awal dari usaha mengeksistensikan Madura sebagai salah satu bagian negeri ini, yang tidak ingin kehilangan kekayaan seni budaya yang dipunyainya. Namun, di balik hajatan seni budaya ini, Madura berhasrat menjual potensi untuk kemakmuran rakyat.

Hadir dalam acara puncak PSBM yakni Semalam di Madura, Gubernur Jatim Imam Utomo, sesepuh masyarakat Madura HM Noer, dan Bupati Bangkalan M Fatah. Dalam acara itu juga diadakan pembacaan puisi “Pelestarian Budaya Madura” oleh penyair Madura, D Zawawi Imron.

Sandur itu kesenian rakyat yang bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Madura. Jadi, kami memandang perlu untuk mengetengahkannya dalam rangkaian Pekan Seni Budaya Madura,” ujar Penasihat Dewan Kesenian Bangkalan (DKB) Hariadi kepada Kompas, Minggu (6/8).

Hariadi mengatakan, PSBM yang diprakarsai oleh Dewan Kesenian Bangkalan ini tidak sekadar hajatan seni budaya, tetapi juga ingin memperkenalkan potensi Madura, termasuk hasil kerajinan, obyek wisata, sampai ekspose kekayaan alam. “Visi utamanya tetap pada kelestarian seni budaya Madura, namun penyajian potensi wilayah menjadi bagian penyatuan program kerja Dinas Pariwisata Daerah dan pemerintah daerah. Sebab itu, dalam Pekan Seni Budaya Madura ini kami pun menggaet para pengusaha asal Madura,” ujar Hariadi.

Embrio

PSBM ini baru merupakan embrio dari kegairahan berkesenian dan berkebudayaan. Ini berarti pula, pergelaran kesenian tradisi dari keempat wilayah kabupaten di Pulau Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan, tidak saja menjadi bagian dari hajatan seni budaya namun jauh memiliki arti dalam pengembangan potensi daerah.

PSBM, kata Hariadi, sebagai media untuk menggali potensi Madura secara utuh dalam mengaktualisasikan adat istiadat dan etika yang telah dilakukan masyarakat Madura sejak dahulu hingga sekarang. “Madura sebagai bagian dari Jawa Timur memiliki karakteristik budaya yang masih terpelihara dengan baik, misalnya saja, Mantan Legah,” ujarnya.

Hariadi mengakui, dalam hajatan seni dan budaya yang hanya berlangsung sepekan itu, tidak semua seni budaya Madura bisa dipentaskan. Namun, nuansa karakteristik nilai-nilai estetika maupun sakralitas dari sebuah perhelatan berkesenian dan berkebudayaan tetap melekat. “Kami harapkan ke depan banyak lagi yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Gelar PSBM ini tidak saja mendapat dukungan dari seniman, budayawan, birokrat, dan pengusaha, melainkan juga sokongan penuh dari kalangan ulama. (tif/arn/eta)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: